Metode pembelajaran yang digunakan untuk setiap mata kuliah dapat berbeda-beda, disesuaikan dengan capaian pembelajaran setiap mata kuliah Bentuk pembelajaran mata kuliah dapat berupa:

  1. Kuliah Tatap Muka

1 sks kuliah terdiri dari 50 menit kegiatan tatap muka per minggu per semester, 60 menit kegiatan penugasan terstruktur per minggu per semester, dan 60 menit kegiatan mandiri per minggu per semester. Terdapat beberapa mata kuliah yang dilengkapi dengan responsi.

  • Responsi

Merupakan bentuk pembelajaran yang lebih menekankan pada pembahasan soal-soal latihan dan penerapan dari teori yang telah didapatkan di perkuliahan. Responsi tidak memiliki bobot sks, melainkan melekat pada mata kuliah teori yang bersangkutan.Meskipun tidak memiliki bobot sks, namun dalam penyelenggaraannya, kelas responsi mengikuti struktur sks seperti dalam kuliah.

  • Praktikum

1 sks praktikum terdiri dari proses pembelajaran selama 170 menit per minggu per semester. Dalam kelas praktikum, mahasiswa diberi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan teoritis secara lebih nyata.Terdapat modul pembelajaran yang disusun untuk setiap mata kuliah praktikum.

  • Diskusi (Ds)

Metode diskusi bertujuan untuk melatih mahasiswa mengembangkan ketrampilan bertanya, berkomunikasi, menafsirkan dan menyimpulkan bahasan, melatih dan membentuk kestabilan sosio-emosional, serta mengembangkan kemampuan berpikir sendiri dalam memecahkan masalah sehingga tumbuh konsep diri yang lebih positif.

  • Magang (Mg)

Melalui kegiatan magang mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman dalam mengaplikasikan pengetahuan dan ketrampilan yang telah dipelajari di dunia kerja.

  • Fieldtrip

Metode pembelajaran yang langsung dilaksanakan di industri, dengan melihat siklus bisnis perusahaan secara langsung. Pembelajaran dilakukan dengan melakukan kunjungan ke perusahaan (Company Visit).

  • Pembelajaran Berbasis Kasus/Case Study (CS)

Dari studi kasus yang disajikan, peserta diharapkan dapat menentukan atau memilih atau menawarkan beberapa alternatif pemecahan masalah. Kasus biasanya tersedia dalam dalam bentuk tertulis dan pada saat membahas harus didiskusikan. Metode pembelajaran ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan untuk memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.